Belajar Bahasa Minang


Anda yang awam dengan bahasa minang, mempelajarinya cukup mudah.

Fonem “e” pada bahasa Indonesia diganti dengan fonem “a”; fonem “a” pada bahasa minang diganti dengan fonem “e”. Kemudian setiap kata yang berakhiran dengan fonem “at” ditukar dengan “ek”.

Untuk lebih jelasnya, berikut senarai contoh kata yang bisa dilihat dan dipelajari:

No
Bahasa Indonesia
Bahasa Minang
1
Pekat
Pakek
2
Penat
Panek
3
Berat
Barek
4
Cepat
Capek
5
Tepat
Tapek
6
Ketupat
Katupek
7
Panjat
Panjek
8
Angkat
Angkek
9
Empat
Ampek
10
Lambat
Lambek
11
Pantat
......

*Fonem adalah satuan terkecil dalam bahasa berupa bunyi huruf.

Si Minang yang Berbahasa Indonesia


Ada dua orang minang terlibat komunikasi di kedai. Mereka memaksa diri bertutur dengan bahasa Indonesia,  sementara kemampuan bahasa Indonesianya masih lemah. Tak pelak hal itu menimbulkan bunyi-bunyi bahasa yang keliru. Kekeliruan itu disebabkan dari penggubahan fonem. Keduanya beranggapan bahwa mengindonesiakan bahasa minang cukup diganti fonemnya dari “o” menjadi “a”. Berikut ceritanya.

Pembeli                : pak beli lada dan gula. Masing-masing sekila ya pak.
Penjual                 : jadi.

Sembari mengambil barang yang dipesan pembeli, pandangan si penjual terarah ke motor pelanggannya.
Penjual                 : bagus motor kamu ya, baru ni?
Pembeli                : Oya lah pak, mereknya aja yamaha mia. Udah jauh jalannya ni pak. Udah sampai ke 
                              muara bunga.
Penjual                 : Jauh ya.
Pembeli                : Besok ni rencana ke sawahlunta lagi pak. Sata bapak ndak?
Penjual                 : Sawahlunta? Mangain tu?
Pembeli                : rencana mau beli sepeda unta di sana.
Penjual                 : oh teruslah. Bapak ndak sata doh. Bila-bila ajalah.Hati-hati aja lah ya. Soalnya di jalan  
                              banyak bingkarung.
Pembeli                : ya pak makasih. Oya Berapa belanja saya sadanya pak?
Penjual                 : @#%^&*!


Strategi Minum di Warkop


Bagi Anda penikmat kopi di warung, sementara keuangan kere, ada cara ampuh menanggulanginya. Kopi dengan gelas penuh, tapi anda bisa membayarnya dengan harga gelas yang setengah.

Mau tahu caranya?

Kasih tahu nggak ya?

Begono caranya, eh begini maksudnya.
  1. Pesan kopi kepada pemilik warung (uda, uni, uniang, ibuk, apak, diak, one, ajo) setengah, tapi dengan takaran gula gelas yang besar. Contoh: “Ajo, kopi satangah, banyakan gulonyo.” Atau “Kopi sakarek Diak, agak banyak gulonyo.”
  2.  Cicipi sedikit, kopi tersebut akan terasa amat manis. 
  3.  Mintalah kepada penyeduh kopi agar menambahkan lagi air panas ke gelas kopi yang kita pesan tadi.
  4.  Setelah rasannya pas, nikmatilah dengan santai.
Dengan menjanlankan strategi di atas, dapat dipastikan kita tetap membayar kopi tersebut dengan harga setengahnya saja. Selamat mencoba.

Saat di Kereta



Cepatlah hadir anakku
Jemput papa di stasiun simpang haru
Datangi papa dengan tangan terbuka dan senyum terbaikmu
Jangan lupa ajak mama
Setelah itu, kita pulang menyusuri senjanya kota
Menyulam kerinduan dalam cerita
menyeruput kasih sayang dalam bahagia
hingga tiba di rumah kita

hadirlah sayangku
untuk kami yang merindukanmu

Sata


Kegugupan yang medera seseorang dapat mempengaruhi kata yang dilafalkannya. Kegugupan ini disebabkan oleh proses adaptasi di lingkungan baru, dan boleh juga karena keterkejutan yang luar biasa.
Hal inilah yang terjadi pada pemuda minang yang merantau ke Jakarta. Ia mencoba bersosialisasi di tempat barunya dengan menyusuri keramaian perkotaan.

Hingga dalam perjalanannya tibalah ia di pasar, tepatnya di lokasi perjudian dadu. Seraya berjongkok, ia memperhatikan dengan serius. Peminat judi kelas teri ini tengah ramai kala itu. Cukup lama ia nongkrong. Namun, tiba-tiba, di tengah keasyikannya menonton, ada razia dari satpol  pp. Semua orang, baik yag terlibat maupun tidak dalam judi itu terkesiap dan panik. Sebab jika terjadi razia, prinsip yang digunakankan Satpol PP adalah mengkut semua barang bukti tanpa tersisa. Termasuklah pemuda yang hanya melihat-lihat. Saat akan digiring masuk ke truk pengamanan, sang pemuda mencoba bertahan.

“Saya nndak sata pak,” katanya dengan logat indonesia keminangan sambil mengangkat tangannya..

“Pokoknya, sata tidak sata naik,” tegas Satpol PP kepadanya.

Jadi penggunaan kata “sata” sebenarnya keliru. Tapi lantaran pemuda tersebut tengah terkejut, ucapannya tidak lagi terkontrol. Maksud yang sebenarnya adalah “sato”. “Sato” dalam bahasa Indonesianya berarti “ikut”, bukan “sata”.