Antara Selalu dan Sering


Ketika saya mempelajari intrumen penilaian belajar dari kurikulum 2013, saya menemukan dua kata selalu dan sering.Kedua kata ini menjadi indikator penilaian yang ditempatkan berbeda.

Batin saya pun bertanya apa beda kedua kata tersebut? saya telusuri KBBI. Kurang puas dengan KBBI, saya pahami dari kamus bahasa Inggris. Kebetulan ada aplikasi indodic e-kamus di laptop. Didapatkan padanannya bahwa selalu=always, sedangkan sering=often.

Berdasarkan itu dapat disimpulkan, yaitukata selalu sama maknanya dengan senantiasa dan selamanya. Kemudian untuk kata sering ini serupa dengan kata kerap dan acap kali.

Di sinilah saya dapat menyimpulkan bahwa selalu dan sering itu beda.Selalu adalah suatu keadaan yang terjadi terus-menerus dan sifatnya abadi karena ada makna selamanya. Sedangkan Sering semacam keadaan yang terjadi acap kali atau terus-menerus, tetapi tidak selamanya. Dalam artian, terus-menerusnya tersebut akan berakhir pada suatu titik atau waktu.

Bisa dicontohkan dalam kalimat berikut ini:
1.       Santoro adalah salah seorang siswa kelas XII yang sering terlambat tiba di sekolah.
Setelah tamat tentu santoro tidak akan terlambat lagi.
2.       Suntoni selalu belajar di malam hari untuk mempersiapkan materi ajar kepada mahasiswanya di kampus.
Pada prinsipnya profesi pengajar harus terus belajar.

23/08/2014

Beda Pidana dan Perdata



Saya punya teman yang bekerja di pengadilan negeri pariaman. Pak Asrul biasa saya panggil. Kenal di gerbong KA. Lalu saya bertanya apa beda hukum pidana dan perdata.

Berikut rangkumannya.

Pidana adalah hukum yang berhubungan dengan kriminalitas. Kriminalitas adalah bentuk pelanggaran dari sikap dan perilaku terhadap peraturan yang telah ditetapkan oleh negara. Karena hukum negara yang dilanggar,negaralah yang menuntut. Baik individu ataupun kelompok. Contoh: korupsi, peranggaran lalu lintas, illegal logging, pembunuhan, dst.

Sedangkan hukum perdata berkaitan dengan sengketa antarindividu, individu dengan kelompok, kelompok dengan kelompok serta sengketa antarlembaga. Sengketa dalam hukum perdata berkaitan dengan permasalahan data. Terdapat kesalahpahaman dalam jumlah dan ukuran dari data kedua belah pihak yang berselisih.Untuk itu, peran negara adalah menengahi melalui pengadilan. Contoh hukum perdata ini adalah sengketa properti dan administrasi.

Begitulah sedikit perbandingan dua jenis hukum ini. Semoga dengan penjelasan ini dapat menambah pengetahuan kita agar tidak salah dalam melangkah. Semoga.

13/07/2014

Ke Warung Kopi



Suatu ketika ada seorang pemuda yang singgah ke warung kopi di pariaman. Pemuda ini baru kali pertama ke kota tabuik. Ia adalah anak gaul kota jakarta.
Setiba di warung kopi tersebut, ia bukalah laptop. Maklum mau online sebagaimana biasanya di cafe-cafe di ibukota.
Pemuda               :Ajo, apa pasword wifi nya.
Ajo                         : Paswar pasword ako ha...
Pemuda               : kode akses internetnya berapa?

Karena masih bingung dengan pemuda tadi, ia pura-pura mengerti saja.
Ajo                         : oh jadilah. Kodenyo 345687

Si ajo teringat kode BT yang ia pasang kemarin. Maka ia sebutlah nomor-nomor tersebut.
Setelah diberitahukan kodenya, teryata leptop sang pemuda tidak juga connect. Pemuda pun kembali bertanya.

Pemuda               : Ajokok belum connect juga. Gak ada sinyalnya.
Ajo                         : oh sinyalnyo memang alun ajo bali lai. Patang nio ajo bali kadainyo tutuik.

Sang pemuda hanya heran tidak mengerti dengan ucapan si ajo. Sinyal kok dibeli. Putus asa, ia tutup dan masukkan laptopnya kembali ke tas.

Ia pesan minum.

Pemuda               : ajo orange jus segelas.
Ajo                         : orange jus?? Apo lo ko lai ha. Satau ajoorenge ko warna mah. Bisa lo warna ko dibuek jus yo.
Pemuda               : mati lah....

12/07/2014

Gerbong



Ada lagi cerita geli dari salah seorang penumpang KA Sibinuang.Peristiwa itu terjadi di stasiun simpang haru. Kisah ini saya dengar dari penuturan kondekturnya.

Si penumpang setelah membeli tiket KA, langsung bergegas ke gerbong yang dituju. Barangkali penumpang ini baru, sebelum ia naik ia bertanya dulu ke salah seorang petugas, yakni kondektur tadi.

“Pak gerbong ke pauah kamba yang ma pak”

“yo naik seh. Sesuaikan jo tiket, nomor kursi dan gerbong bara.” Kata kondektur.

Saya terbahak-bahak mendengarnya. Kesannya setiap gerbong akan dilepas di setiap stasiun hahaha.

10/07/2014

Saat Ujian



Senin (9/6) ada momen yang menggelikan saat ujian akhir semester. Ujian kedua baru saja dimulai. Mata ujinya adalah PKN. Nah kebetulan hanya objektif soalnya. Barangkali bentuk soal pilihan ganda ini menjadi penyebab. Akibatnya, kira-kira 20 menit waktu berselang salah seorang siswa telah keluar dari ruangannya. Ya ia sudah menyelesaikan ujiannya.Quickest.

Melihat temannya menyelesaikan dengan cepat, membuat salah seorang siswa menyeletuk.
“Oi capek ang salasai lai. Lakeh lo ang pado urang yo,” katanya spontan dengan heran.

Saya tak bisa menahan geli dengan ucapannya.

Pernyataan “lakeh lo ang pado urang yo” mengandung tuduhan ia bukan orang. Lalu temannya itu apa dong? Alien, sendok cincau, cubadak atau apa?

Ah ada-ada saja.
10/06/2014