Mas(s)a



Suatu waktu pak rahmat terlibat obrolan hangat dengan temannya. Temannya itu bernama pak samsuar. Berikut dialognya.

Pak Samsuar      : pak rahmat, ambo iyo ndak bisa jadi anggota dewan do (seraya menggeleng).
Pak Rahmat        : ha baa tu pak Samsuar? (tanyanya penasaran)
Pak Samsuar      : ambo ndak punya massa do. Tapi yang pasti ambo punyo duo masa.
Pak Rahmat        : apo tu?
Pak Samsuar      : masalah ciek, tu masyAllah ciek.

Pak rahmat dan pak samsuar terkikik-kikik seperti itik tabang.

16/09/2014

Abang...... Kakak.....



Sebulan sudah kami tinggal di kontrakan baru di Pariaman. Tempatnya nyaman karena terletak di sebuah kompleks perumahan yang tidak terlalu luas. Bila sore banyak anak yang bermain di jalan kompleks. Usia mereka bervariasi dan yang paling besar saya kira masih tingkat SD. Bahkan suara-suara mereka terdengar juga sesekali di malam hari selepas magrib.

Beberapa di antara mereka, Keke dan Dedek yang berusia kira-kira 3-5 tahun-an main ke rumah kami.Namanya anak-anak, dua bocah ini lasak main-main di rumah. Keluar masuk sambil lari-lari dari pintu ke pintu di rumah.

Mereka datang dengan suara lantang riang gembira. Saya cukup senang dengan kehadiran mereka. Namun, kehadiran mereka cukup menggelikan saat anak-anak lucu ini memanggil saya dan istri dengan sapaan “abang” dan “kakak”. Mendengar panggilannya itu membuat batin saya berujar tawa, “abang kakak? Keceknyo kos-kosan lah wak di siko.”

13/09/2014

Parfum



Yung ingin jalan-jalan. Ia berencana menyegarkan suasana hatinya yang tengah berkabut berselimutkan asap mie rebus.

Tentu sebelum melaksanakan niat, beliau mandi dulu. Mandi dengan waktu yang agak lama sebagaimana kebiasaannya. Entah apalah yang dikerjakannya di kamar mandi itu. Mudah-mudahan tidak sedang menyambi mencuci motor kreditnya.

Selepas mandi, dipakailah baju terbaik yang dipunyai. Yung tidak lupa pakai lotion, bedak, dan parfum. Setelah dipatut-patut, ternyata kurang wangi. Kemudian ia pakailah salah satu parfum hadiah dari kerabatnya yang pulang dari mekkah.

Kebetulan parfumnya berbentuk roll on. Ia oles sebagian badannya dengan minyak wangi tersebut. Namun tidak juga tercium wangi. Maka, ditambah lagi oles-mengolesnya di leher, tangan, badan, bahkan sampaikan jari-jari kaki.

Ternyata dan ternyata FreshCare parfum itu. Akibatnya menggeleyong-geleyonglah yung seperti roda becak polonia. Tubuhnya merasai kepanasan setelahnya.

Ada-ada saja kerja yung kanun.

Dapat disimpulkan bahwa kesehatan pikiran yang terganggu dapat mempengaruhi indera penciuman. Yung memang sedang kusut otaknya. Dan boleh jadi sebentar lagi indera lainnya akan terancam kinerjanya.

2/09/2014

Es Tontong


Es tontong adalah sejenis jajanan waktu kita anak-anak dulu. Biasa dikonsumsi dengan kerupuk seperti payung atau roti. Es ini dikerok dari wadahnya lalu diletakkan di atas kerupuk atau roti tersebut. Penjual ini biasanya berdagang dengan gerobak atau sepeda.

Tidak saja anak-anak, ternyata es ini juga dikonsumsi sebagian orang dewasa. Pak fadil punya cerita lucu tentang pengalamannya dulu ketika melihat ibu paruh baya yang memakan es tontong ini.

Sang ibu ini memesan es tersebut dengan pilihan kerupuk. Setelah diberi oleh penjual, uang dikasih, tentu si penjual kembali berjalan menjajakan es tontongnya. Melihat penjual pergi, ibu paruh baya ini terkejut. Kemudian si ibu secara spontan dengan suara agak lantang memanggil si penjual tadi.

“oi yuang....oi..... galehnyo tingga ko ha.....” teriaknya seraya berjalan gegas hendak mengejar penjual.
Hahaha spontan saya dan lita terbahak-bahak. Padahal kerupuk itu kan bisa dikonsumsi langsung. Sang ibu itu pasti mengira kerupuk yang ia sangka gelas itu harus dikembalikan. Ya gak lah.

Ada-ada saja.Keceknyo minum cindua ko lah...

24/08/2014

Antara Selalu dan Sering


Ketika saya mempelajari intrumen penilaian belajar dari kurikulum 2013, saya menemukan dua kata selalu dan sering.Kedua kata ini menjadi indikator penilaian yang ditempatkan berbeda.

Batin saya pun bertanya apa beda kedua kata tersebut? saya telusuri KBBI. Kurang puas dengan KBBI, saya pahami dari kamus bahasa Inggris. Kebetulan ada aplikasi indodic e-kamus di laptop. Didapatkan padanannya bahwa selalu=always, sedangkan sering=often.

Berdasarkan itu dapat disimpulkan, yaitukata selalu sama maknanya dengan senantiasa dan selamanya. Kemudian untuk kata sering ini serupa dengan kata kerap dan acap kali.

Di sinilah saya dapat menyimpulkan bahwa selalu dan sering itu beda.Selalu adalah suatu keadaan yang terjadi terus-menerus dan sifatnya abadi karena ada makna selamanya. Sedangkan Sering semacam keadaan yang terjadi acap kali atau terus-menerus, tetapi tidak selamanya. Dalam artian, terus-menerusnya tersebut akan berakhir pada suatu titik atau waktu.

Bisa dicontohkan dalam kalimat berikut ini:
1.       Santoro adalah salah seorang siswa kelas XII yang sering terlambat tiba di sekolah.
Setelah tamat tentu santoro tidak akan terlambat lagi.
2.       Suntoni selalu belajar di malam hari untuk mempersiapkan materi ajar kepada mahasiswanya di kampus.
Pada prinsipnya profesi pengajar harus terus belajar.

23/08/2014